Akibat maraknya kasus kerusuhan, aksi teroris, dan berbagai penculikan, intel di Indonesia dianggap lemah dan tidak mampu melakukan tugasnya. Padahal sebenarnya, dari dulu intel kita sudah canggih dan mampu mengalahkan intel-intel dari Negara adidaya seperti Amerika dan Inggris.
Alkisah, pada suatu hari berlangsung lomba pemilihan intel paling hebat yang diikuti oleh tiga Negara, yaitu Amerika Serikat, Indonesia dan Inggris. Lomba dilangsungkan di sebuah hutan yang sangat luas dan lebat.
Setiap intel diharuskan masuk hutan untuk mencari dan menangkap Tikus yang ada di hutan tersebut. Siapa yang paling cepat menangkap Tikus itu ialah yang jadi pemenang.
Giliran pertama adalah James Bond yang diutus oleh Scotland Yard dari Inggris yang tersohor. Dengan dilengkapi peralatan canggih, setelah masuk hutan selama dua jam, James berhasil keluar hutan dengan membawa seekor Tikus.
Giliran kedua adalah intel dari CIA, Amerika Serikat. Intel ini ternyata menggunakan satelit untuk mengintai setiap jengkal hutan tersebut. Dalam waktu satu jam, sang intel telah berhasil membawa keluar seekor Tikus.
Giliran terakhir adalah intel dari Indonesia. Dengan peralatan seadanya, sang intel masuk hutan. Ajaibnya, baru sekitar setengah jam berada di dalam hutan, ia telah keluar dengan membawa…… seekor Cicak.
Si Cicak yang terlihat bengap dan bonyok-bonyok itu mengaku, “Ampun Pak…..benar Pak…..saya memang Tikus…..”
Ya itulah hebatnya intel Indonesia, bisa membuat seekor Cicak mengakui apa yang dikehendaki oleh sang intel.
( nasrudin dan kantong yang haus )
Senin, 07 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar