Ada paling tidak lima cara Allah SWT dalam mengijabah doa hamba-Nya:
1. Dengan cara tunai langsung.
Allah memberikan kepada kita seperti apa yang kita minta dan pada saat itu juga. Misalnya ada orang yang sakit lalu ia berdoa kepada Allah agar diberikan kesembuhan. Maka Allah memberinya sesuai apa yang ia minta yaitu kesembuhan dan pada saat itu juga.
2. Dengan cara tunai tunda
Allah memberikan kepada kita seperti apa yang kita minta, akan tetapi pemberiannya ditunda beberapa saat kemudian. Misalnya ada orang yang berdoa agar diberikan keturunan. Maka Allah mengabulkan permintaanya dan baru diberikan setelah beberapa tahun kemudian.
3. Dengan cara dikonversi atau ditukar (diganti).
Allah memberikan kepada kita apa yang kita minta akan tetapi tidak sesuai dengan apa yang kita minta melainkan diganti dengan sesuatu yang lain. Misalnya seseorang minta keturunan, akan tetapi Allah memberinya rizki yang melimpah.
4. Dengan dijadikan sebagai tolak bala.
Doa-doa kita dijadikan sebagai salah satu penolak bala (musibah). Hampir semua kita punya pengalaman misalnya pernah hampir kena musibah atau nyaris kecelakaan. Seberapa sering kita menyadari bahwa itu terjadi lantaran doa kita yang pernah kita panjatkan, atau karena doa orang tua kita yang tiada pernah mengenal lelah mendoakan kebaikan buat kita, atau lantaran doa saudara-saudara kita sesama kaum muslimin yang secara tulus dan ikhlas mendoakan kita siang malam meskipun mereka tidak pernah mengenal kita.
5. Dengan cara tidak diberikan didunia, tetapi ditabungkan untuk kelak di akhirat.
Allah tidak memberikan apa yang kita minta saat kita hidup didunia ini, melainkan diberikan kepada kita di akhirat kelak. Dan akhirat jauh lebih baik dan lebih kekal.
Dari kelima cara Allah SWT dalam mengijabah doa hamba-Nya diatas dapat kita simpulkan bahwa Allah mengijabah doa kita sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang cocok bagi kita, bukan sesuai apa yang kita maui dan kita inginkan. Perhatikan ungkapan indah nan bijak berikut ini:
“Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Ia beri aku kaktus berduri.
Aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik, Ia beri aku ulat bulu.
Aku sempat sedih, protes dan kecewa, betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga sangat indah sekali. Dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik.
Itulah rencana Allah, indah pada waktunya.
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Ia memberi apa yang kita perlukan.
Kadang kita sedih, kecewa, terluka. Tapi jauh di atas segalanya, Ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita…”
Read More...
Sabtu, 09 Mei 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
